Puteri Termuda Sukanto Tanoto Masuk Dalam ASEAN Impact 25

Sukanto Tanoto adalah seorang pengusaha sukses yang namanya memang sudah dikenal dunia. Bagaimana tidak, sebagai pendiri perusahaan RGE (Royal Golden Eagle) ia sudah berhasil membawa RGE ke pasaran dunia. Sukanto Tanoto sendiri memulai usahanya di industry pengolahan kayu. Luar biasanya, di tahun 2013 silam, menjadi salah satu pengusaha terkaya di Indonesia yang memiliki nilai aset sebenyak 2.3 miliar dollar. Awalnya sebagai pemasok peralatan dan juga kebutuhan bagi perusahaan minyak negara Pertamina, Sukanto merintis usaha dalam bidang kehutanan ini di tahun 1972. Kepentingnya bisnis atau usahanya tersebut dulu lebih dikenal sebagai Raja Garuda Mas.

Belinda Tanoto sendiri merupakan salah satu anak Sukanto Tanoto yang berhasil masuk dalam ASEAN Impact 25. Belinda Tanoto percaya bahwasannya dengan bertemu dan berdiskusi secara langsung dengan pemangku kepentingan di lapangan adalah salah satu cara tepat untuk bisa temukan masalah yang sebenar – benarnya. Yang mana cara tersebutlah pada akhirnya yang bisa bantu ciptakan strategi jitu dalam kegiatan filantropi.

Meskipun jadi puteri termuda pasangan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto tidak menjadikan Belinda Tanoto terlena dengan kekayaan yang dimiliki kedua orangtuanya tersebut. Apalagi sejak kecil dirinya memang dididik untuk jadi seseorang yang bermanfaat bagi orang banyak. Dan hal tersebut dibuktikannya dengan menjadi salah satu anggota Dewan Pembinaan Tanoto Foundation. Memulai kegiatan sejak tahun 1981 silam, Tanoto Foundation yang didirikan oleh kedua orangtuanya tersebut memang sudah mendukung secara penuh National University Of Singapore atau NUS, seperti halnya dukungan dalam bentuk program beasiswa, dukungan penelitian, dan juga professorships.

Sekadar informasi, puteri Sukanto Tanoto ini merupakan anggota Komite Eksekutif Tanoto Foundation ini masuk dalam sebuah katalog yang berisi sebuah kompilasi gagasan 25 filantropis yang cukup berpengaruh sekali di Asian Tenggara. Dimana katalog tersebut diluncurkan pertama kalinya bersama dengan diselenggarakannya acara ASEAN Philanthropy Dialogue oleh Asia Philanthropy Circle di Singapura, tepatnya pada tanggal 21 Maret 2018 kemarin.

Belinda Tanoto, puteri termuda Sukanto Tanoto ini memimpin generasi terbaru bagi Tanoto Foundation, ini adalah yayasan filantropi keluarga yang didirikan Sukanto Tanoto bersama istri tercintanya, yakni Tinah Bingei Tanoto di tahun 1981, dimana pada saat itu kedua orangtua Belinda Tanoto sedang memulai kegiatan Tanoto Foundation dengan meletakkan dasar – dasar kegiatan filantropi. Tujuan dari hal ini adalah untuk menanggulangi kemiskinan yang terjadi di Indonesia, khususnya lewat pendidikan, peningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan pemberdayaan lingkungan.

Menariknya, sekarang ini Belinda Tanoto bawa Tanoto Foundation sebagai repesentasi yayasan filantropi yang termuda dan berfokus pada strategi paling tepat untuk dapat menghasilkan dampak sosial berkelanjutan seperti yang sudah jadi tujuannya. Dan di tahun kemarin, keluarga Tanoto memang mengkaji ulang kegiatan filantropi mereka. Dimana nanti akan ada strategi baru yang pastinya lebih bagus lagi untuk diterapkan. Dalam hal tersebut, Tanoto Foundation mendukung penuh pendidikan dan juga pengembangan anak di usia dini khususnya, misalnya saja dengan cara lebih menekankan angka kasus stunting atau kerdil di Indonesia yang sekarang sedang jadi topik hangat yang banyak diperbincangkan.

Apalagi di Indonesia ternyata ada sekitar 9 juta anak yang alami stunting. Hal tersebut pastinya bukanlah angka kecil yang bisa diterima mengingat Indonesia adalah salah satu negara berpenghasilan menengah. Ini merupakan generasi yang hilang harus segera ditangani dengan tepat dan cepat.