Kesalahan yang Sering Dilakukan Ketika Memilih Asuransi Jiwa

Menggunakan asuransi jiwa merupakan hal yang penting untuk meminimalisir pembengkakan finansial bila terjadi suatu hall yang tidak diinginkan di kemudian hari. Namun, dalam menggunakan asuransi jiwa, perlu diperhatikan pula hukum-hukum yang mendasari pelayanan asuransi di Indonesia agar tidak terjadi kesalahpahaman saat menggunakan fasilitasnya. Banyak orang yang kecewa dengan fasilitas yang diberikan oleh asuransi tertentu karena tidak memahami dari awal seperti apa hukum yang berlaku untuk asuransi jiwa.

Berdasarkan Undang-Undang No.2 tahun 1992 tentang Bisnis Asuransi, telah ditentukan bahwa asuransi adalah perjanjian antara kedua belah pihak penanggung dan tertanggung. Pihak penanggung adalah pihak asuransi yang digunakan, serta pihk tertanggung adalah pengguna asuransi yang dijamin keselamatan dan kesehatannya. Berdasarkan UU tersebut, telah ditetapkan bahwa asuransi dikotakkan menjadi dua bagian.

Bagian pertama adalah asuransi kerugian. Asuransi ini merupakan tanggungan yang akan diberikan kepada pihak tertanggung yang mengalami kerugian, kehilangan, serta kerusakan kepada pihak ketiga lalu akan diselesaikan oleh pihak tertanggung. Bagian kedua adalah asuransi jumlah, yaitu asuransi yang akan diberikan suatu perusahaan kepada pihak tertanggung yang telah meninggal dunia dan sudah memiliki surat keterangan kematian dari pihak yang berwenang.

Dari beberapa dasar hukum yang mendasari jalannya sebuah asuransi di atas, maka diterbitkanah beberapa peraturan dari asuransi tertentu untuk meluruskan jalannya penggunaan asuransi terkait. Jika Anda sudah memahami dasar hukum dari asuransi tersebut, maka Anda tidak perlu khawatir jika ingin membuka asuransi jiwa. Namun, pastikan bahwa Anda akan menghindari beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orang-orang ketika memilih asuransi jiwa agar tidak terjadi kendala di kemudian hari.

Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah banyak orang yang tidak memahami besar kecilnya uang pertanggungan yang didapatkan. Uang pertanggungan merupakan tunjangan yang akan diberikan pihak asuransi jika pihak tertanggung meninggal dunia. Perlu diperhatikan di awal bagaimana cara penghitungan uang pertanggungan, agar jika pihak tertanggung meninggal dunia maka dari kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan oleh sistem.

Kesalahan yang kedua adalah kerap orang-orang salah dalam menuliskan pihak tertanggung. Pihak tertanggung seharusnya dituliskan untuk seseorang yang menjadi pencari nafkah dan memiliki penghasilan rutin di setiap bulannya. Kerap dituliskan bahwa pihak tertanggung adalah anak maupun istri, padahal anak dan istri tidak memiliki penghasilan tetap perbulannya.

Kesalahan selanjutnya adalah orientasi dalam mendaftarkan diri pada layanan asuransi jiwa. Banyak yang mendaftarkan diri di asuransi karena asuransi tertentu menjanjikan investasi yang dapat menguntungkan pihak tertanggung dengan ketentuan tertentu. Sebaiknya Anda lebih fokus kepada proteksi diri Anda jika terjadi sesuatu. Investasi yang dijanjikan asuransi pun terkadang juga memiliki kriteria tertentu, baik dari penghasilan pihak tertanggung maupun rekam jejak pembayaran cicilan pihak tertanggung. Untuk itu, fokus saja terhadap perlindungan diri sendiri daripada investasi yang dijanjikan. Pastikan orientasi Anda dalam mendaftarkan diri untuk asuransi sudah tepat dan sesuai dengan fungsi asuransi.

Itulah hal yang bisa Anda perhatikan ketika Anda memutuskan untuk menggunakan asuransi jiwa. Asuransi jiwa memang perlu untuk dimiliki sebagai perlindungan diri sendiri. Perlu pendalaman informasi yang lebih khsusus lagi jika Anda sudah akan mendaftarkan asuransi, dan Anda dapat menemukan informasi lebih lengkap dengan mengunjungi website modalkita.com. Pastikan Anda sudah mengerti secara mendetail sistem dasar perusahaan asuransi.