Berinvestasi Melalui Surat Hutang Negara

Taukah Anda bahwa kini Anda bisa berinvestasi melalui surat utang negara? Selain dengan menabung, sebenarnya ada berbagai macam jenis investasi yang bisa Anda lakukan mulai dari investasi benda, investasi saham hingga investasi surat hutang negara. Investasi surat hutang negara memang masih kurang familiar bagi masyarakat Indonesia. Surat Hutang Negara (SUN) meruapakan surat pengakuan utang yang hadir dalam bentuk mata uang rupiah maupun asing. Pembayaran bunga dan pokok dari SUN ini sangat dijamin oleh negara sehingga banyak para investor baik investor asing maupun dalam negeri selalu mempertimbangkan jenis investasi dengan SUN ini. Investasi SUN ini tidak hanya menguntungkan untuk para investor tetapi juga bagi pemerintah. Dengan diterbitkannya SUN, pemerintah dapat menggunakannya untuk menunjang APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang defisit. Tidak hanya itu, dengan kegiatan investasi SUN oleh investor, pemerintah juga dapat menutupi kekurangan kas negara serta mengelola portofolio utang negara.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui surat hutang negara, tentunya Anda wajib mengenal jenis urat surat utang negara. Ada dua jenis SUN yang disediakan khusus untuk masyarakat umum, yakni Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (ON). Surat Perbendaharaan Negara (SPN) merupakan golongan SUN yang memiliki durasi waktu 12 (dua belas) bulan dengan bunga yang dibayarkan secara diskonto. Sementara untuk jenis SUN Obligasi Negara (ON) merupakan jenis SUN yang memiliki jangka waktu atau durasi lebih dari 12 (dua belas) dengan menggunakan kupon atau tanpa kupon. SUN Obligasi Negara (ON) dengan kupon yang dimaksud dalam SUN Obligasi Negara (UN) yakni merupakan jadwal pembayaran yang dilakukan secara berjangka dalam 3 (tiga) atau 6 (enam) bulan dalam satu tahun. Sementara untuk jenis SUN Obligasi Negara (ON) tanpa kupin yakni jenis SUN tersebut tidak memiliki jadwal pembayaran yang tetap. SUN Obligasi Negara (ON) tanpa kupon ini dijual dengan harga yang lebih ringan dengan nilai pokok yang akan dilunasi pada saat jatuh tempo.

Surat Utang Negara yang dapat dikelola oleh masyarakat umum dalam bentuk Obligasi Negara (ON) juga disebut dengan Obligasi Ritel Indonesia atau ORI. Sejak diterbitkan oleh pemerintah pada Agustus 2006 silam, masyarakat bisa membeli ORI melalui agen-agen yang telah ditunjuk langsung oleh negara. ORI tersebut selalu diterbitkan oleh pemerintah dalam watu sekali dalam setahun. Hingga saat ini, pemerintah telah bekerja sama dengan kurang lebih 18 (delapan belas) agen yang terpercaya. Agen-agen penjual ORI tersebut diantaranya merupakan bank-bank pemerintah dan swasta seperti Mandiri, BCA, BNI, Permata, Bukopin, Citibank, Danamaon, Lippo, HSBC, Panin dan Bank dan juga Bank Mega. Selain bank, beberapa agen yang menjual ORI terdiri dari enam perusahaan sekuritas diantaranya adaDanareksa Sekuritas, Indo Preimer Securities, MNC Sekucrities, Trimegah Sekurities Indonesia, Mega Capital Indoneisa dan  Sucorinvest Central Gani.

Sama halnya dengan kegiatan investasi pada umumnya, berinvestasi melalui surat utang negara juga mendatankan banyak keuntungan. Keuntungan dari SUN ORI ini disebut dengan istilah “kupon”. Nilai dari kupon SUN ORI biasanya bisa lebih tinggi nilainya dari pada bunga deposito. Nilai dari masing-masing kupon ORI berbeda disetiap serinya. Nilai pajak SUN ORI ini lebih kecil daripada deposito yakni hanya sekita 15% saja jika dibandingkan dengan deposito yang memiliki pajak hingga 20%. SUN ORI yang diterbitkan oleh pemerintah ini juga sangat minim resiko karena jaminan yang diberikan berupa salah satu asset milik pemerintah.